Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryDec 14, '08 8:50 AM
for everyone
Segala cerita tentang kita selalu bercampur dengan khayalan. Aku ingat kita selalu tertawa terbahak-bahak akan sesuatu yang tidak di mengerti orang lain. Aku melihat sebuah alat raksasa yang berada di pinggir laut ketika kapal kita menyeberang pelan dari Karimun menuju Semarang. Gajah kataku setengah berteriak… Jerapah katamu, lalu kita terbahak, geli berurai air mata.  Kita tidak selalu punya pemikiran yang sama, tapi kita selalu punya tawa yang sama akan sesuatu. Kita juga selalu mempunyai cerita bersambung yang kita karang-karang sepanjang perjalanan, atau hanya karena mulut kita tidak bisa diam.

Aku mengarang cerita bahwa thomas rindu pada dolores, tapi dolores telah menemukan tambatan lain sehingga dia pergi tanpa pamit, lalu thomas menjadi gay, aku juga tidak mengerti apakah thomas sebenarnya bersumpah menjadi selibat atau mulai berubah orientasi, entahlah. Mungkin dolores telah menjadi penari striptease di red area, karena seingatku, pantat dolores sangatlah sexy, ya mungkin saja.

Lalu kamu mengarang cerita, bahwa kamu adalah atlit nasional, yang handal dalam bidang renang, polo air dan loncat indah, lalu aku mendengarkan dengan mata berbinar dan berkomentar kamu memang hebat! Kemudian kamu tambahkan; iya,  tapi untuk klasifikasi umur 10-18 th. Dan kita lagi-lagi terbahak geli berurai airmata. Mungkin tidak lucu bagi orang lain, mungkin juga terlalu aneh untuk orang seusia kami. Tapi toh kami hanya bersenang-senang.

Tiba-tiba kamu bilang „aku rindu Amin“, serentak pikiranku melayang ke perjalanan kita dimana kita masih terbungkus sarung di dalam bus lalu di paksa keluar karena menurut mereka tujuan kita telah tiba, lalu kita tertawa membelah fajar yang hampir menyingsing, di tengah jalan yang masih teramat gelap bahkan untuk melihat gigi masing-masing. Atau bahkan untuk melihat betapa lucunya wajah kita ketika dengan mata setengah terbuka dan badan terbungkus sarung diturunkan di tengah jalan sepi dan gelap. Tapi kita tidak pernah kehilangan tawa.

Jika kata-kata aku rindu Amin adalah menu tambahan, maka kata-kata rindumu kepadaku dan sebaliknya adalah menu utama, kita tidak pernah kehabisan kata untuk mengucapkan kata ini. Aku rindu kamu karena bisa  membuat waktu-waktu mencuci jadi menyenangkan, dan aku rindu kamu karena kamu mampu mengubah borondong biasa menjadi borondong jalang. Lalu kembali terbahak memenuhi gendang-gendang telinga, memantul berulang-ulang.

Jika saja kita adalah pasangan, mungkin kita telah membangun rumah tangga yang mengasyikkan selama beberapa tahun belakangan ini, tapi kita tidak pernah saling tertarik secara sexual, meski bukan berarti kita tidak pernah tidur bersama, hanya karena kita suka menghabiskan malam-malam bersama saling bercerita hingga terlelap, atau memperebutkan satu selimut di malam yang dingin yang ternyata sebuah taplak meja kotor dan berbau makanan.

Segalanya berjalan begitu cepat belakangan ini, segala kenangan mampat, atau malah datang bersamaan di satu waktu. Bau babi dan kopi toraja datang silih berganti, menggantikan kenangan yang tercetak di mata, bahkan ketika aku terpejam sekalipun. Tapi aku bahkan tidak mampu mengingat bau parfummu, tidak sedikitpun, aku hanya menciumi harumnya sunblock yang serta merta membawa kenangan ke semua pantai yang kita datangi bersama, juga membawa odormu di indera penciumanku. Oh tapi aku ingat bau kepalamu, waktu itu kita dalam perjalanan darat, tidak terlalu jauh dan kamu sakit. Aku cium kepalamu dan bilang „kamu kecut schatz...“ jawabmu „ya karena aku tidak mandi dan keramas pagi ini, aku cuman ingin segera sampai, schatz“ lalu kamu tidur semenjak duduk di mobil hingga tiba di tempat tujuan. Kala itu kita tidak mengarang-ngarang cerita sepanjang perjalanan, aku duduk termangu di tengah-tengah kemacetan. Sepi, karena aku tidak mendengar gelak tawamu yang kemudian biasanya dipantulkan oleh gelak tawaku memenuhi ruangan ataupun kendaraan, dan dingin, karena hujan tak kunjung berhenti di luar sana. Tentu saja kita segera merindukan teh yang mengepul panas dari gelas, tidak harus earl grey dari Inggris, kita sudah cukup puas dengan teh melati bermerk prenjak. Lalu membaui aromanya mampu membuat kita tersenyum senang. Tapi aku melihat kamu terbaring pucat, hatiku mencelos. Aku juga ingin segera sampai, schatz, bisikku.

 

Maka hari-hari itu kita penuhi dengan mendatangi sinshe karena kamu sedang tidak ingin mendatangi dokter langganan. Rumah sinshe itu sederhana saja, tapi pasiennya antri panjang, aku menunggu dengan gelisah, tapi setidaknya toiletnya bersih meski letaknya di halaman rumah.

Sakit apa saya? Kamu bertanya dengan sinshe yang sibuk memijit-mijit jari-jari kakimu. Tidak, tidak sakit apa-apa, kata sinshe itu serius. Aku dan kamu membelalak heran. Lalu sinshe itu menambahkan, cuman kurang sehat. Tentu saja kita langsung terbahak mendengar kata-kata sinshe ini. Tapi ah sudah aku bilang, bahwa kita memang tidak pernah kehilangan tawa.

 

Mungkin kita ini berhenti tumbuh, katamu di suatu hari yang cerah. Ya aku sih tidak keberatan, katamu lagi, tapi cuman merasa aneh saja. Bukannya kita berhenti tumbuh sudah sejak beberapa tahun belakangan, schatz? tanyaku. Tapi seperti kamu, akupun tidak keberatan. Mungkin karena itu juga kenangan denganmu selalu lekat dalam ingatan bercampur dengan khayalan dan imajinasi yang tidak pernah habis. Meski kemudian ditumpuk dengan kenangan baru.


12 CommentsChronological   Reverse   Threaded
saradhu wrote on Dec 14, '08
paling asik memang mentertawakan diri sendiri..
daripada mentertawakan orang lain..
ya ga.. chrys..? :)
hennychrysant wrote on Dec 14, '08
saradhu said
paling asik memang mentertawakan diri sendiri..
daripada mentertawakan orang lain..
ya ga.. chrys..? :)
iya .. apalagi dengan seseorang yang dekat dengan kita.. :p
a3ku wrote on Dec 14, '08
kita selalu punya tawa yang sama akan sesuatu.
It is a privilege to have someone who you can share your laugh to...
hennychrysant wrote on Dec 14, '08
a3ku said
It is a privilege to have someone who you can share your laugh to...
yesterday u told me it's privileged to feel in love with ur job..
ah atri i love all ur wise words
a3ku wrote on Dec 14, '08
Gajah dan Jerapah...
oh I miss you both
hennychrysant wrote on Dec 14, '08
a3ku said
Gajah dan Jerapah...
oh I miss you both
and i love talking to you lady...
big time!
sunsetgazer wrote on Dec 15, '08
terus sekarang gw ga bisa berenti baca halaman mpmu ini. Huhuhu...

ah, don't have enough words to describe what I feel :)
closetonothing wrote on Dec 15, '08
duh pas gua bisa reply, gua kagak tau mau nulis apa..
hicks
nishipiw wrote on Dec 15, '08
setelah dibaca secara keseluruhan
baru deh gw ngerti
omg
loadingnya lama
maafkan
hennychrysant wrote on Dec 19, '08
terus sekarang gw ga bisa berenti baca halaman mpmu ini. Huhuhu...

ah, don't have enough words to describe what I feel :)
i have many words, but that's not enough to describe
hennychrysant wrote on Dec 19, '08
duh pas gua bisa reply, gua kagak tau mau nulis apa..
hicks
ga papa ngobrol langsung aja di pinggir pantai besok malem taun baru..hehehe
hennychrysant wrote on Dec 19, '08
setelah dibaca secara keseluruhan
baru deh gw ngerti
omg
loadingnya lama
maafkan
huahahahahaha bcanya pake hati makanya...
Add a Comment